Hidup memang tidak pernah terlepas dari berbagai macam tekanan, namun itu semua sudah menjadi bagian dari kehidupan itu sendiri. Bermacam tekanan tersebut tidak jarang telah membuat banyak orang merasa bahwa seolah-olah hanya dirinya yang mempunyai masalah, atau tekanan yang menimpa dirinya tersebut merupakan sumber masalah yang paling berat, bahkan sampai ada yang sampai ingin segera mengakhiri hidupnya.
Sesungguhnya tekanan-tekanan itu mempunyai andil besar dalam membentuk watak, karakter, sekaligus menentukan sikap bagaimana orang bereaksi saat itu maupun di kemudian hari. Berikut adalah beberapa tipe manusia dalam menghadapi tekanan dalam hidup, yaitu:
1. Tipe Kayu Rapuh
Orang dengan tipe kayu rapuh ini dapat menjadi patah arang hanya dengan sedikit tekanan saja. Kehidupan kesehariannya terlihat bagus, namun rapuh sekali di dalam hatinya. Bahkan mereka yang bertipe ini gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi
Sedikit kesulitan saja yang menjumpai, si kayu rapuh langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani, atau minta bantuan. Oleh karena itu mereka harus dilatih untuk menghadapi berbagai kesulitan.
“Si kayu rapuh perlu berlatih berpikir positif dan berani menghadapi kenyataan hidup”
2. Tipe Lempeng Besi…
Orang dengan tipe lempeng besi ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun, seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, si lempeng besi mulai bengkok dan tidak satabil. Artinya, mereka memang mampu menhadapi tekanan, namun tidak dalam kondisi berlarut-larut.
Tambahan tekanan sedikit saja,dapat membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang dengan tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Orang dengan tipe lempeng besi ini memang masih belum terlatih. Tapi kalau mau berusaha mereka akan mampu bangkit dan membangun kesuksesan dalam hidupnya.
3. Tipe Kapas...
Orang dengan tipe kapas ini cukup lentur dalam mengahadapi tekanan. Saat tekanan itu datang, ia mampu bersikap fleksibel. Tapi, setelah tekanan itu berlalu, dengan cepat ia bisa kembali pada keadaan semula. Yang terpenting dari tipe kapas ini adalah bahwa si kapas bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk kembali memulai lagi.
Sama seperti kapas, kapas akan mengikuti pada setiap tekanan yang diberikan. Namun tidak membutuhkan waktu yg lama untuk kembali pada keadaan semula.
4. Tipe Bola Pimpong…
Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang dengan tipe bola pimpong ini. Karena tekanan justru akan membuat ia bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif.
Coba perhatikan bola pimpong, semakin keras tekanan yang diberikan, maka akan semakin keras pula daya pantul yang diberikan oleh bola pimpong tersebut. Benarkah demikian?? (coba kaitkan dengan konsep inferioritas-superioritas nya Adler).
Nah, dari uraian singkat di atas, setidaknya anda telah mengetahui termasuk tioe apakah anda dalam menghadapi berbagai tekanan hidup ini. Namun ada yang jauh lebih penting dari itu, yakni seperti apakah diri anda? Reaksi apa yang akan anda berikan terhadap berbagai tekanan yang mendatangi anda?
Apapun tipe anda, bahkan tipe kayu rapuh sekalipun, cobalah untuk bergerak dari level tipe anda sekarang menuju tipe selanjutnya, hingga akhirnya bangun mental anda hingga ke level bola pimpong. Karena saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi suatu yang mencemaskan bagi anda.
“sekuat itukah mental anda….??”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar