Bismillah..
Tiba2 saya pengen nulis tentang ini. Sekalipun yang saya tulis ini bukan merupakan sebuah teori psikologi, tapi saya mencoba ngasi tips sebisa saya, dari beberapa literatur dan pengalaman saya tentang persahabatan yang saya jalani dari mule lahir sampe oma2 begini..(he8..)
Persahabatan biasa orang artikan dengan ikatan yang mengikat lebih dari dua orang sahabat yang bisa terbentuk karena adanya persamaan diantara mereka. Coba inget kembali dech, persamaan apa aja yang telah membuat kalian memilih temen2 kamu sebagai sahabat… karena sama-sama cantik? Sama-sama pinter? Punya kesukaan ato hobi yang sama? Ato sama suka jahilin temen? Huehehe… itu semua hanya kalian yang tahu. Bener gak??
1. Pikirkanlah apa yang dapat kamu berikan kepada sahabatmu bukan apa yang dapat kamu peroleh dari persahabatan. Hargailah sahabatmu seperti kamu ingin dihargai.
2. Dukunglah sahabatmu. Sahabat sejati selalu saling menyemangati dan ‘mendorong’ supaya mereka bersama-sama dapat menjadi yang terbaik bukannya saling menjatuhkan. Turut berbahagia ketika sahabatnya berhasil dan tidak merasa tersaingi.
3. Bersedia untuk memaafkan Jangan biarkan ‘luka’ berkembang menjadi kepahitan karena hal ini akan menghancurkan persahabatan yang ada.
4. Jangan memandang kesalahan yang dibuatnya, Bersabarlah dan tuntunlah dia untuk berubah. Sadarilah bahwa tidak ada orang yang sempurna.
5. Jadilah sahabat yang dapat diandalkan dan tepatilah janji yang telah kamu ucapkan.
6. Jangan mencoba untuk mengontrol sahabatmu. Bersahabat bukan berarti harus selalu bersama-sama. Memang akan sangat menyenangkan bila dapat selalu bersama dengan orang yang kita kasihi. Namun ingat, jangan merasa dikhianati ketika temanmu bergaul dengan yang lain, sebaliknya usahakan kamu juga dapat berteman dengan mereka. Hal ini akan membuat kita dan sahabat kita lebih menghargai satu sama lain.
7. Selalu ada disaat senang maupun susah. Yang paling dibutuhkan dari seorang sahabat adalah sepasang telinga yang simpatik dan yang mau memahami perasaan mereka.
8. Menerima apa adanya sahabatmu Jangan menuntut sahabat kita untuk bereaksi dengan cara yang sama seperti yang biasa kita lakukan. Hargailah dia apa adanya termasuk juga keputusan yang dia ambil yang mungkin tidak sesuai dengan kehendak kita.
9. Jangan jadi ‘Ember’ (mulut bocor). Belajarlah untuk menjaga rahasia sahabatmu.
10. Jangan biarkan perbedaan pendapat menghancurkan persahabatan. Bila itu terjadi, jangan terus berdebat yang hanya akan membuat kamu dongkol. Lepaskan hasrat untuk menang sendiri daripada persahabatanmu rusak karenanya.
MENGAKHIRI PERSAHABATAN...Kenapa harus berakhir? Bukan itu maksud saya. Cuma inget aja 2, 3, 4 ato 6 tahun kita bakal terpisah fisik dengan mereka, mungkin. Nah, mengakhiri persahabatan disini maksudnya itu memberi kesan pada akhir perjumpaan kita saat itu.
1. Hidupkan interaksimu. Lebih hidup!
Inget lagunya S07 yang ” Kisah klasik untuk masa depan”, kan? Coba dengungin lirik lagunya… ya, kurang lebih begitu. Ungkapkan perasaan n pikiran kamu ttg sahabatmu itu. Yang serius bole, yang konyol bole, yang bercandaan bole, yang aneh boleh, yang ga biasa juga boleh. Pokoknya nikmatin pertemuanmu.. Cuma kamu yang ngerti gimanya ’menciptakan’ suasana..
2. Jalin komunikasi
jangan kuno!!! Komunikasi nggak harus tatap muka secara langsung... ni jaman modern. Banyak sekali cara untuk tetep menjalin komunikasi dengan teman-temanmu.. mulai dari SMS, e-mail, blog, friendster n facebook. Makanya, pas telekomunikasi lagi enak2nya, praktis, cepet, efektif.. ga ada alasan buat kita untuk ga nyapa mereka, ga menanyakan kabar kehidupan mereka.. biar persahabatan kita bukan persahabatan musiman. Biar ga cuma pas lagi musim deket-deketnya, pas lagi musim ada perlunya, pas lagi musim ada maunya, tapi persahabatan untuk semua musim...
Eh, sekian dulu ya..
Satu kata bijak nih, dari Rasulullah :
”Sebaik-baik saudara adalah yang ketika kamu melihatnya, maka kamu mengingat penciptanya.”
So, gimana pengalaman persahabatanmu??…
“diantri”
Tulisan ini merupakan pengalaman pertama penulis dalam membuat sebuah materi singkat Bimbingan dan Konseling yang disampaikan melalui media pamflet. Disajikan ketika penulis melaksanakan program Praktek Pengalaman Lapangan II (PPL II) di SMA Negeri 1 Manyar Gresik. (September 2009)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar