“Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al-Quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka mendapat pelajaran” (QS. 32:27)
Sampai usia saya yang telah memasuki tahun ke-24, setelah tahu bagaimana belajar melalui lembaga formal -sekolah dan perguruan tinggi-, sedikit demi sedikit saya mencoba untuk belajar melalui pengalaman, sendiri maupun dari orang lain. Namanya tetap sama, belajar!! Dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dan dari tidak paham menjadi paham. Sehingga poin penting dari belajar yakni merubah segala yang dirasa masih kurang menjadi tepat guna dapat diaplikasikan.
Sampai pada suatu saat saya tertarik pada beberapa tweet dari akun jejaring sosial seorang psikolog keluarga. Ya, mbak Alissa Qatrunnada, putri pertama mendiang almarhum Gus Dur. Beliau wanita yang smart, anggun, dan tentu saja beragama. Awalnya saya suka saja membaca tweet-tweetnya, tanpa saya tahu bagaimana beliau mengolah setiap kata sehingga membuat saya, -bahkan mungkin orang lain- terbius dan bisa mengambil manfaat. Hingga pada suatu pagi, dalam keadaan setengah sadar karena baru bangun tidur hehe, perlahan saya mencoba memahami bahwa apa yang beliau tulis itu adalah bahasa perumpamaan. Ya, bisa dikatakan analogi..
Di salah satu tweet beliau, ketika pesawat yang ditumpanginya take off. Dalam keadaan itu beliau merasakan guncangan yang sangat kuat. Lalu beliau menuliskan “Seperti guncangan dalam hidup, yang tidak selalu berarti kehancuran”. Subhanallah..
Itu yang saya coba tiru, ketika facial di salah satu salon kecantikan, ciyee.. meskipun niru kalo positif boleh kan?? Seperti ini tulisan saya, “Teringat facial tadi siang. Untuk bisa cantik ternyata dilalui dengan banyak tekanan, kadang geli, ada nangisnya juga. Kayak hidup ya?”
“Laut yang tenang tidak akan menghasilkan pelaut yang tangguh”. Bagaimana dengan hati??
Jika pada beberapa kesempatan saya selalu berdo’a: Tuhan, ingatkan aku dengan cara yang mudah aku pahami, maka sama halnya dengan: Kawan, belajar dari hal-hal kecil yang mudah kita pahami yukk…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar